Makan 2 Cokelat Mampu Kurangi Stroke

chocolateblog.net – Makan 2 Cokelat Mampu Kurangi Stroke, Cokelat menjadi makanan favorit semua kalangan. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, seluruh golongan usia tampaknya menyukai camilan yang dianggap mampu memberikan efek bahagia ini.

Terdapat dua varian cokelat yang biasa kita jumpai, yaitu dark chocolate dan milk chocolate. Dark chocolate sendiri sudah diketahui sejak lama memiliki khasiat kesehatan bagi tubuh. Tapi tak hanya dark chocolate, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan jika milk chocolate atau cokelat yang memiliki kandungan susu lebih banyak juga mempunyai khasiat yang sama.

Milk chocolate mengandung nutrisi yang dapat menurunkan kemungkinan masalah jantung. Kakao yang terkandung dalam cokelat terdiri dari flavonoid yang memiliki antioksidan dan dapat menekan oksidasi kepadatan lipoprotein yang rendah yang bisa menjadi penyebab penyakit jantung dan stroke.

Baca juga : Cara Makan Cokelat yang Sehat Tidak Kegemukan

Banyak penelitian yang sudah dilakukan mengenai hubungan cokelat dan penyakit kardiovaskular, yakni sebuah penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Hasil penelitian menunjukkan dengan mengonsumsi dua batang cokelat per harinya dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebuah penelitian dilakukan di University of Aberdeen, Skotlandia yang menguji sekitar 21 ribu orang berusia 12 tahun ke atas. Mereka diminta untuk mengonsumsi cokelat setiap harinya.

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi cokelat 100 gr per harinya terbukti memiliki risiko terkena penyakit jantung 25 persen lebih rendah dan penyakit stroke sebesar 23 persen lebih rendang dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi cokelat per hari.

Profesor Phyo Myint, perwakilan dari University of Aberdeen mengatakan jika tak hanya senyawa flavonoid yang berperan terhadap menurunkan risiko stroke dan jantung pada sebuah cokelat, namun juga didukung dengan senyawa lain.

“Ini mungkin menunjukkan bahwa tidak hanya flavonoid saja yang beperan, tapi juga senyawa lain yang mungkin terkait dengan zat penyusun susu, seperti kalsium dan asam lemak,” ungkap profesor Myint seperti dikutip dari Telegraph.

Pakar kesehatan juga mengatakan bahwa studi tersebut harus menambahkan bukti yang lebih banyak untuk menunjukkan jika cokelat memang bermanfaat bagi kesehatan.

Dr Tim Chico, pakar kesehatan di University of Sheffield menuturkan jika cokelat tetap tak boleh dikonsumsi terlalu banyak karena bisa menyebabkan obesitas.

“Harus diingat juga bahwa cokelat berpotensi meningkatkan berat badan, di mana hal ini sangat berdampak buruk bagi kesehatan kardiovaskular,” ungkap Dr Tim.

“Seseorang yang memiliki berat badan normal dan sering mengonsumsi cokelat tidak ditemukan adanya risiko penyakit jantung. Justru itu memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh,” lanjutnya.

Meskipun sudah melalui proses penelitian, banyak profesor lain yang menilai jika penelitian ini harus ditinjau lebih jauh lagi. Salah satunya ada profesor Aedin Cassidy, seorang profesor ahli gizi di University of East Anglia (UEA) yang mengungkapkan jika masih banyak hal yang harus diteliti mengenai hubungan cokelat dan jantung.

“Kami butuh penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami pentingnya cokelat bagi kesehatan jantung,” ungkapnya.

Dr Shamim Quadir, seorang peneliti dari Stroke Association menambahkan konsumsi cokelat ini tetap harus diimbangi dengan konsumsi makanan sehat lainnya dan olahraga yang teratur.

“Kita bisa menurunkan risiko penyakit stroke dengan berolahraga secara teratur, konsumsi makanan yang bergizi dan rutin mengecek gula darah,” ucap Dr Shamim.