2

Inilah Proses Pembuatan Coklat Batangan

Inilah Proses Pembuatan Coklat Batangan – Coklat batangan yang biasa di jual di toko-toko makanan terbuat dari biji coklat atau kakao. Coklat sangat digemari oleh banyak orang. Coklat dapat menaikkan mood menjadi baik. Coklat cocok di gunakan untuk hadiah kepada orang-orang tersayang. Namun apa kah kamu tahu bagaimana proses pembuatan coklat batangan yang biasa di jaul di pasaran? Berikut adalah ulasannya

PROSES PENGOLAHAN BIJI COKLAT
Coklat yang kita makan sehari-hari itu berasal dari biji buah kakao. Kulitnya tebal sekali dan tidak digunakan dalam proses pembuatan coklat. Biasanya dijual untuk pakan ternak atau pupuk kompos. Komposisi sebiji buah kakao adalah:

75% kulit buah
22% biji kakao
3% plasenta
Biji kakao yang sudah diambil dari buahnya ini difermentasikan antara 2-8 hari. Berubah dari warna putih menjadi kecoklatan. Fermentasi merupakan suatu proses produksi suatu produk dengan mikroba sebagai organisme pemroses.

Proses fermentasi biji coklatFermentasi biji kakao merupakan fermentasi tradisional yang melibatkan mikroorganisme indigen dan aktivitas enzim endogen. Fermentasi biji kakao tidak memerlukan penambahan kultur starter (biang), karena pulp kakao yang mengandung banyak glukosa, fruktosa, sukrosa dan asam sitrat dapat mengundang pertumbuhan mikroorganisme sehingga terjadi fermentasi.

Selama fermentasi, suhu biji naik menjadi 45 – 50°C yang mematikan biji (menghentikan germinasi) dan meningkatkan keasaman biji. Selain itu juga terjadi pembentukan warna dan flavor serta degradasi parsial komponen penyebab rasa pahit dan kelat. Pulp yang menempel pada biji coklat terdekomposisi secara enzimatis menjadi cairan yang larut air.

Setelah fermentasi selesai, biji dikeringkan hingga kadar air mencapai 6 – 8%. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara penjemuran atau menggunakan oven pengering (55 – 66°C). Di beberapa negara, termasuk Indonesia, dilakukan pencucian biji sebelum dikeringkan. Walaupun akan memperbaiki penampakan biji, tetapi pencucian yang berlebihan beresiko untuk meningkatkan kerapuhan biji.

Baca Juga :Ini Dia Manfaat daei Biji Coklat

Biji coklat yang telah kering ini baru dikirim ke pabrik untuk diolah menjadi coklat.

PROSES PEMBUATAN COKLAT
Biji coklat kering yang telah difermentasi perlu dipanggang atau dimasak atau ditumis (roasting) untuk mengeluarkan citarasa-nya. Lama atau tidaknya tergantung dari kadar air biji coklatnya. Semakin kering semakin cepat proses pemanggangannya. Pada umumnya, proses roasting ini memerlukan waktu 20- 30 menit pada suhu 110-120° C

Proses pengolahan biji kakao menjadi coklat
Tujuan lain proses pemanggangan coklat ini adalah men-steril-kan biji coklat dan memudahkan pemisahan kulit dengan daging biji coklat. Benar ! Dari buah kakao, kita ambil bijinya untuk dijadikan coklat. Dari biji coklat ini, kita ambil lagi bijinya dengan cara membuang kulitnya. Dari bahasa inggrisnya, Cacao Beans menjadi Cacao Nips.

Proses roasting ini adalah salah satu tahap terpenting untuk mendapatkan rasa coklat yang baik. Yang membedakan merek satu dengan merek lainnya.

Inilah cikal bakal coklat yang akan kita makan nantinya. Entah itu berupa coklat batangan yang langsung dijual atau dalam bentuk coklat yang siap dimakan seperti Cadbury, Silver Queen atau Toblerone.

Untuk merubah biji coklat yang padat ini menjadi cair diperlukan proses penggilingan. Penambahan gula, kacang atau bahan lainnya terjadi di sini. Proses inilah yang akan membedakan coklat yang satu dengan coklat lainnya. Bisa juga dikombinasi antara cacao varietas yang satu dengan varietas lainnya. Tergantung dari resep pabrikan coklat.

1

Ini Dia Manfaat daei Biji Coklat

Ini Dia Manfaat daei Biji Coklat – Bagi kamu yang sangat menyukai coklat pasti kamu tidak asing lagi apabila mendengar kata Kakao. Kakao merupakan biji coklat yang belum di olah menjadi coklat yang biasa kamu makan. Kakao merupakan buah yang berbentuk seperti biji. Kakao yang di olah menjadi coklat ataupun tidak, kakao memiliki banyak sekali manfaat yang terkandung. Berikut diantaranya

Manfaat kakao untuk kesehatan

Jika cokelat biasanya hadir dengan rasa manis berkat tambahan mentega, susu, dan gulanya, tidak demikian dengan kakao yang sudah berbentuk bubuk. Bubuk kakao sering kali diproses menjadi cokelat hitam (dark chocolate), sehingga masih memiliki cita rasa yang cukup asli karena belum mendapat tambahan bahan-bahan lainnya.

Sebelum menggunakannya sebagai bahan pembuat kue, es krim, dan berbagai sajian favorit lainnya, cermati dulu beberapa manfaat kakao bubuk berikut ini:

1. Tinggi antioksidan
Bubuk kakao adalah salah satu makanan yang kaya akan kandungan flavonoid sebagai bagian dari senyawa polifenol. Keduanya merupakan antioksidan alami. Antioksidan adalah zat yang bertugas untuk menangkal efek buruk dari radikal bebas, yang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit dalam tubuh.

Senyawa polifenol ini banyak dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan. Mulai dari mengurangi peradangan, memperlancar aliran darah, menurunkan tekanan darah, hingga meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

2. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke
Oleh karena kandungan flavonoidnya yang tinggi, maka bubuk kakao dipercaya dapat memperkecil peluang Anda mengalami serangan jantung dan stroke. Pasalnya, flavonoid akan berperan dalam meningkatkan oksida nitrat di dalam darah yang akan melebarkan arteri dan pembuluh darah dalam tubuh, sehingga aliran darah meningkat.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh British Cardiac Society pada hampir 158.000 orang menemukan fakta bahwa banyak makan cokelat nyatanya dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Ini karena kakao diyakini mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

Baca Juga :9 Coklat Termahal di Dunia Ini Bisa Jadi Pilihan Kado Valentine

3. Mengurangi gejala depresi
Cokelat sudah lama dikenal bisa memperbaiki suasana hati seseorang. Ternyata, bubuk kakao-lah yang punya andil besar dalam hal ini. Menurut dr. Elson Haas, seorang penulis buku Staying Healthy with Nutrition, bubuk dari biji kakao ini bisa memperbaiki suasana hati sekaligus mengatasi depresi.

Efek positif ini didapat dari kandungan senyawa flavanol yang mampu menstabilkan serotonin, yakni zat kimia dalam tubuh yang berperan mengendalikan emosi. Tidak hanya itu, para peneliti dari Michigan Medicine University of Michigan juga menuturkan bahwa bubuk kakao bisa membantu produksi hormon endorfin sebagai pembentuk mood baik dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam European Academy of Nutritional Sciences turut membuktikan hal ini. Hasilnya, kesehatan tubuh pria dewasa usia lanjut yang cukup sering makan cokelat cenderung meningkat. Hal ini juga masih diikuti dengan kondisi psikologis yang membaik.

4. Memperbaiki fungsi otak
Bubuk pembuat cokelat ini ternyata punya manfaat lain yang tak kalah unik, yaitu untuk menunjang berbagai fungsi otak. Ini karena kandungan senyawa polifenol dalam bubuk kakao bisa menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif dengan cara memperbaiki fungsi otak dan aliran darah dalam tubuh.

Senyawa polifenol mengalir bersama darah menuju ke otak. Proses ini juga melibatkan kerja biokimia sebagai penghasil neuron dan molekul penting guna menunjang fungsi otak.

Selain itu, polifenol juga dapat memengaruhi produksi nitrit oksida, yang akan melemaskan otot-otot pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah untuk otak.