Alasan Ilmiah Cokelat Bisa Menjadi Pereda Batuk

Alasan Ilmiah Cokelat Bisa Menjadi Pereda Batuk

Chocolateblog.net – Perubahan cuaca yang tak menentu bisa membuat kamu mudah terserang batuk. Kadang, sebagian orang mengobati batuk dengan permen pelega tenggorokan, obat batuk maupun ramuan tradisional yang diklaim mujarab. Namun, untuk meredakan batuk cara tiap orang bisa berbeda-beda.

Mungkin inilah saatnya untuk mengganti sejenak metode pengobatan yang telah disebutkan diatasi dengan cokelat. Para ahli mengungkapkan, cokelat murni bisa menjadi metode baru redakan batuk. Bagaimana bisa? Berikut ulasan mengenai cokelat sebagai obat pereda batu alami.

1. Batuk reda karena kandungan alkaloid pada kakao
Para ilmuwan dari Imperial College London menemukan bahwa dalam kakao, sebagai bahan baku cokelat terdapat sebuah senyawa alkaloid yang disebut theobromine, yang lebih baik meredakan batuk dibanding kodein, senyawa dalam sirup obat batuk.

Hasil riset itu juga mengungkap bahwa theobromine yang terkandung pada kakao mampu menekan aktivitas saraf vagus, yang berperan dalam mekanisme terjadinya batuk.

2. Cokelat meredakan batuk karena sifat lengketnya
Menurut ahli kardiovaskular dari University of Hull, Inggris, Profesor Alyn Morice, cokelat bisa meredakan batuk karena sifat lengketnya. Cokelat memiliki sifat penawar rasa sakit yang berguna mengurangi peradangan atau iritasi tenggorokan.

Sifat lengket yang konsisten dan manis dari cokelat lebih baik dibanding sirup obat batuk, bekerja dengan membentuk lapisan pada ujung saraf tenggorokan. Hal ini pada akhirnya membantu menekan keinginan untuk batuk.

3. Tidak efektif meredakan batuk bila dikonsumsi sebagai cokelat hangat
Namun, lebih lanjut Alyn Morice menyampaikan efek cokelat sebagai pereda batuk mungkin tidak akan terjadi ketika kamu mengonsumsi cokelat hangat. Sebab, saat itu cokelat tidak ‘bersentuhan’ langsung dengan tenggorokan dalam waktu cukup lama. Sehingga, lebih merekomendasikan kamu untuk mengunyah sepotong cokelat.

Baca Juga : Beberapa Kebun Coklat di Jawa Timur

4. Batuk lebih ringan dalam dua hari dengan cokelat
Potensi cokelat sebagai pereda batuk merujuk pada sebuah riset baru di Eropa yang melibatkan 163 pasien batuk. Pasien dengan penyakit batuk yang memilih mengonsumsi obat dengan kandungan cokelat ditemukan mengalami kesembuhan yang signifikan dan tidur lebih nyenyak dalam waktu dua hari dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi obat batuk standar.

Karena menempel lebih lama pada dinding saraf tenggorokan. Hal itu yang jadi alasan mengapa madu dan lemon juga bisa menyembuhkan batuk, namun karena teksturnya yang cair membuat cokelat lebih bekerja efektif.

5. Cokelat juga memberi efek tenang
Akhirnya, dari kandungan yang ada pada cokelat itu sendiri, efek menenangkan juga ditimbulkan dari kandungan diphenhydramin, levomentol, dan ammonium klorida yang mengalami kontak langsung dengan dinding tenggorokan.

Mungkin untuk sementara itulah beberapa hal yang masih sebatas riset yang menyebutkan jika cokelat merupakan pereda batuk mujarab yang alami. Konsultasikan dengan doktermu agar rasa penasaranmu semakin terjawab mengenai hal ini.

Dampak Dari Memakan Cokelat Saat Sarapan

Dampak Dari Memakan Cokelat Saat Sarapan

Chocolateblog.net – Mungkin terkadang sebagian orang tidak sempat untuk memasak, akibat nya banyak orang yang mengonsumsi apa saja yang tersedia untuk sarapan. Sebagai contoh, jika kita hanya memiliki cokelat, kita akan memakannya untuk mengganjal perut. Sebenarnya, apakah tidak apa-apa makan cokelat sebagai sarapan?

Dampak makan cokelat saat sarapan

Kebanyakan orang berpikir jika sarapan yang baik adalah yang bisa menyediakan sumber energi untuk beraktivitas seharian. Hal ini memang benar, namun menurut pakar kesehatan, mengonsumsi cokelat saat sarapan ternyata bisa memberikan manfaat kesehatan, khususnya bagi organ otak kita.

Dr. Farzaneh Sorond yang merupakan peneliti yang berasal dari Brigham and Women Hospital, Harvard Medical School menyebut makan cokelat saat sarapan pagi bisa membuat aliran darah menuju otak meningkat dengan signifikan. Hal ini ternyata akan membuat otak dipenuhi dengan nutrisi dan oksigen sehingga bisa membuat organ ini bekerja dengan maksimal. Aktivitas saraf yang ada di dalam otak juga akan semakin membaik sehingga ketajaman otak pun akan meningkat hingga 30 persen.

Hal ini akan berpengaruh besar bagi fungsi kognitif otak sehingga kita pun akan berpikir dan mengambil keputusan yang lebih baik. Suasana hati kita juga akan semakin membaik sehingga tidak akan mudah mengalami gangguan emosi dan mental.

Dr. Sorond menyebut hal ini disebabkan oleh adanya kandungan flavanol, sejenis senyawa antioksidan yang memang bisa ditemukan di dalam cokelat. Dalam penelitian yang ia lakukan, ditemukan fakta bahwa flavanol bisa membantu pembentukan oksida nitrit yang bisa membuat pembuluh darah menjadi lebih rileks. Hal ini berarti, makan cokelat juga akan membantu menurunkan tekanan darah dengan efektif.

Sebelumnya, telah ada penelitian yang menghasilkan fakta tentang flavanol yang memang bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan hipertensi. Karena alasan inilah dr. Sorond merekomendasikan cokelat untuk sarapan.

Baca Juga : Cokelat Putih Dapat Menurunkan Hipertensi dan Kolesterol

Sarapan cokelat juga baik untuk diet?

Selain baik bagi kesehatan otak dan organ kardiovaskular, penelitian lain ternyata juga membuktikan bahwa makan cokelas sebagai sarapan pagi ternyata bisa membantu program diet penurunan berat badan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan cokelat dalam menekan kemungkinan kita untuk menerapkan pola makan yang buruk sepanjang hari.

Fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan di Tel Aviv University. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa orang-orang dengan masalah obesitas dilibatkan selama 32 minggu. Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok, dihasilkan fakta bahwa partisipan yang mengonsumsi cokelat saat sarapan yang memiliki kalori sejumlah 600 kalori mampu menurunkan berat badan rata-rata 18 kg dibandingkan dengan partisipan yang mengonsumsi sarapan berkarbohidrat lainnya dengan kadar kalori 300 kalori.

Pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi sarapan pagi dengan menu yang dilengkapi dengan karbohidrat, protein, serta cokelat mampu membuat kita lebih baik menurunkan berat badan sekaligus mempertahankannya. Hal ini disebabkan oleh bertahannya rasa kenyang di dalam tubuh lebih lama yang akhirnya membantu kita tidak tertarik untuk ngemil dengan berlebihan dan tidak mudah kalap saat makan di lain waktu.

Angela Ginn yang berasal dari Academy of Nutrition and Dietetics menyebut diet yang tepat bukanlah yang sengaja membuat tubuh kelaparan di pagi hari mengingat selama tidur kita sebenarnya sudah berpuasa cukup lama. Karena alasan inilah kita perlu mendapatkan asupan energi di pagi hari. Caranya tentu saja dengan mengonsumsi sarapan sehat.

Jenis cokelat yang baik untuk sarapan

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi dark chocolate dengan kadar kakao sekitar 70 persen untuk sarapan karena memiliki khasiat yang lebih banyak. Kandungan nutrisi seperti antioksidan, magnesium, sulfur, dan zat besinya juga cukup tinggi sehingga bisa membuat badan menjadi lebih sehat.