1

Ini Dia Manfaat daei Biji Coklat

Ini Dia Manfaat daei Biji Coklat – Bagi kamu yang sangat menyukai coklat pasti kamu tidak asing lagi apabila mendengar kata Kakao. Kakao merupakan biji coklat yang belum di olah menjadi coklat yang biasa kamu makan. Kakao merupakan buah yang berbentuk seperti biji. Kakao yang di olah menjadi coklat ataupun tidak, kakao memiliki banyak sekali manfaat yang terkandung. Berikut diantaranya

Manfaat kakao untuk kesehatan

Jika cokelat biasanya hadir dengan rasa manis berkat tambahan mentega, susu, dan gulanya, tidak demikian dengan kakao yang sudah berbentuk bubuk. Bubuk kakao sering kali diproses menjadi cokelat hitam (dark chocolate), sehingga masih memiliki cita rasa yang cukup asli karena belum mendapat tambahan bahan-bahan lainnya.

Sebelum menggunakannya sebagai bahan pembuat kue, es krim, dan berbagai sajian favorit lainnya, cermati dulu beberapa manfaat kakao bubuk berikut ini:

1. Tinggi antioksidan
Bubuk kakao adalah salah satu makanan yang kaya akan kandungan flavonoid sebagai bagian dari senyawa polifenol. Keduanya merupakan antioksidan alami. Antioksidan adalah zat yang bertugas untuk menangkal efek buruk dari radikal bebas, yang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit dalam tubuh.

Senyawa polifenol ini banyak dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan. Mulai dari mengurangi peradangan, memperlancar aliran darah, menurunkan tekanan darah, hingga meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

2. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke
Oleh karena kandungan flavonoidnya yang tinggi, maka bubuk kakao dipercaya dapat memperkecil peluang Anda mengalami serangan jantung dan stroke. Pasalnya, flavonoid akan berperan dalam meningkatkan oksida nitrat di dalam darah yang akan melebarkan arteri dan pembuluh darah dalam tubuh, sehingga aliran darah meningkat.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh British Cardiac Society pada hampir 158.000 orang menemukan fakta bahwa banyak makan cokelat nyatanya dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Ini karena kakao diyakini mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

Baca Juga :9 Coklat Termahal di Dunia Ini Bisa Jadi Pilihan Kado Valentine

3. Mengurangi gejala depresi
Cokelat sudah lama dikenal bisa memperbaiki suasana hati seseorang. Ternyata, bubuk kakao-lah yang punya andil besar dalam hal ini. Menurut dr. Elson Haas, seorang penulis buku Staying Healthy with Nutrition, bubuk dari biji kakao ini bisa memperbaiki suasana hati sekaligus mengatasi depresi.

Efek positif ini didapat dari kandungan senyawa flavanol yang mampu menstabilkan serotonin, yakni zat kimia dalam tubuh yang berperan mengendalikan emosi. Tidak hanya itu, para peneliti dari Michigan Medicine University of Michigan juga menuturkan bahwa bubuk kakao bisa membantu produksi hormon endorfin sebagai pembentuk mood baik dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam European Academy of Nutritional Sciences turut membuktikan hal ini. Hasilnya, kesehatan tubuh pria dewasa usia lanjut yang cukup sering makan cokelat cenderung meningkat. Hal ini juga masih diikuti dengan kondisi psikologis yang membaik.

4. Memperbaiki fungsi otak
Bubuk pembuat cokelat ini ternyata punya manfaat lain yang tak kalah unik, yaitu untuk menunjang berbagai fungsi otak. Ini karena kandungan senyawa polifenol dalam bubuk kakao bisa menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif dengan cara memperbaiki fungsi otak dan aliran darah dalam tubuh.

Senyawa polifenol mengalir bersama darah menuju ke otak. Proses ini juga melibatkan kerja biokimia sebagai penghasil neuron dan molekul penting guna menunjang fungsi otak.

Selain itu, polifenol juga dapat memengaruhi produksi nitrit oksida, yang akan melemaskan otot-otot pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah untuk otak.

Perubahan Iklim Menguatkan Rasa Biji Coklat

Perubahan Iklim Menguatkan Rasa Biji Coklat

Chocolateblog.net – Bagi yang sering makan coklat mungkin Anda belum tau jika rasa coklat yang enak bisa di daptkan dengan cara yang unik melainkan hanya dengan Perubahan cuaca karena pemanasan global ternyata juga punya efek positif. Rasa biji cokelat menjadi lebih enak dan unik.

Cuaca jelas mempengaruhi tumbuh kembang tumbuhan. Jika cuaca terlalu panas atau dingin maupun terlalu basah atau kering bisa membuat tanaman mati. Hal ini sudah terbukti pada perkebunan anggur di dunia. Perubahan cuaca sangat berpengaruh pada kualitas buah anggur dan wine yang dihasilkan.

Dilansir Food & Wine (8/12) sebuah tim peneliti Eropa meneliti bagaimana kondisi tanaman yang berbeda bisa mempengaruhi rasa biji kakao yang dihasilkan. Kesimpulannya mengejutkan. Cuaca buruk seperti panas dan kekeringan ternyata dapat meningkatkan jumlah senyawa rasa pada cokelat.

“Biji kakao diproduksi di seluruh daerah tropis lembap pada kondisi lingkungan yang berbeda dari wilayah juga musim dan jenis sistem produksi,” tulis American Chemical Society (ACS).

Terdapat dua sistem penanaman yang biasa digunakan yaitu agroforestry dan monoktural. Agroforestry membangun vegetasi lain di sekeliling pohon kakao untuk memberi keteduhan, menurunkan suhu, dan meningkatkan tanah bagi pohon kakao.

Baca juga : Coklat Wasabi Dari Negara Matahari

Sedangkan kebun bersistem monoktural merupakan sistem pertanian yang hanya memaksimalkan jumlah pohon kakao.

Mengamati lima perkebunan di sekitar Bolivia, para periset mendapati bahwa dengan kondisi cuaca sama, biji kakao yang dihasilkan memiliki perbedaan komposisi kimia yang tidak signifikan terlepas dari dua sistem yang mereka kembangkan. Tapi cuaca memainkan peran yang lebih penting.

Seiring suhu naik dan kelembaban tanah menurun, jumlah fenol dan senyawa antioksidan lainnya yang berkontribusi pada rasa cokelat meningkat. Para periset mengatakan bahwa perbedaan ini berkontribusi pada variasi rasa biji kakao yang dirilis American Chemical Society.

ACS mengatakan jika pohon kakao yang stres bisa menghasilkan banyak cokelat beraoma. Hal ini juga bisa dilakukan selama cuaca buruk agar tetap meghasilkan cokelat yang baik.

Namun kelompok Modern Farmer memutuskan untuk melihat hipotesa ini dengan cermat. Suhu yang tinggi dan cuah hujan yang berkurang merupakan hasil perubahan iklim. Hal ini dituangkan dalam ‘Could Climate Change Lead to Tastier Chocolate? Bsa jadi sebuah pandangan positif dari efek pemanasan global yang buruk.