Valentine Dan Cokelat

Chocolateblog.net – Menurut sebuah penelitian, cokelat bisa meningkatkan mood. Kandungan triptofan adalah asam amino untuk membantu otak membuat serotonin – neurotransmitter yang menjadikan kepuasan dan kebahagiaan adalah kuncinya.

Cokelat dapat membuat phenylethylalanine, atau senyawa yang diproduksi otak saat jatuh cinta. Cokelat juga memproduksi theobromine yang berperan membentuk perasaan bahagia.

Selain bermanfaat untuk menghibur hati, cokelat bermanfaat untuk kesehatan otak. Berdasarkan penelitian oleh Harvard T.H. Chan Shool of Public Health, biji kakao mengandung Fitonutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan penyakit dan membantu tubuh bekerja lebih baik.

Memberi dan menerima cokelat telah menjadi salah satu cara paling umum dan populer bagi pasangan untuk merayakan Hari Kasih Sayang alias Hari Valentine. Menurut History.com, tercatat sebanyak 58 juta pon cokelat dibeli selama hari menjelang Valentine. Memang banyak dari Anda yang menyukai cokelat dan tidak masalah untuk menerima cokelat. Namun, pernahkah Anda terpikir kenapa ketika Hari Valentine, cokelat seolah menjadi hal yang wajib? Apa kaitannya?

Baca juga : Cokelat Membahayakan Kehidupan anjing

Ternyata, hubungan pertama yang tercatat antara cokelat dan hari kasih sayang terjadi pada suku Aztec. Menurut The New York Times, kaisar terkenal Montezuma dikabarkan menggunakan biji kakao, seperti M&Ms, untuk memicu suasana pertemuan romantisnya.

Cokelat mengandung triptofan dan phenylethylamine, yaitu dua bahan kimia yang mempengaruhi pusat kesenangan dan penghargaan di otak. Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa dalam kandungan cokelat, jumlah takaran dua bahan kimia ini terlalu sedikit untuk memiliki efek yang ditandai dengan sebuah hasrat.

Dalam era Ratu Victoria di Inggris, masyarakat masih mempertahankan hubungan antara cokelat, cinta, dan rayuan terkait romantisme. Menurut The Independent, seorang pengamat abad ke-19 mengamati bahwa hampir secara naluriah pria menginterpretasikan cokelat sebagai jalan menuju hati seseorang.

Hal ini juga memberi pria kesempatan untuk menunjukkan rasa dan kemampuan mereka saat memilih kotak “yang tepat” untuk wanita tertentu yang mereka coba rayu. Selain itu, saat perkembangan zaman terus memperkuat hubungan antara cokelat dan cinta, The Independent juga mencatat sempat muncul peringatan etika terhadap wanita agar tidak menerima sekotak cokelat dari seseorang yang tidak mereka temui.

Meskipun hubungan antara cokelat dan cinta belum didukung oleh penelitian, tapi manfaat kesehatan dari dark chocolate adalah nyata dan benar. Secara budaya, cokelat selalu tetap di didentikkan sebagai bentuk untuk menunjukkan sisi romantis seseorang dalam menyambut Hari Valentine.